RSS

Category Archives: Wisata Kota Kuningan

WISATA GUNUNG CIREMAI

Gunung Ciremai

Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, menjulang tinggi sekitar 3.078 Meter di atas permukaan laut. Di puncaknya gunung ini memiliki sepasang kawah yang berpotongan, yaitu di ketinggian sekitar 2.900 Meter di atas permukaan laut. Gunung Ciremai merupakan gunung soliter yang terpisah dari gunung-gunung lain, dan masuk kedalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dengan luas sekitar 15.000 Hektar.

Apabila anda melakukan pendakian, anda akan melewati beberapa zona yang berbeda, mulai dari perkebunan penduduk, hutan pinus, hutan pegunungan bawah & atas dengan pohon-pohon yang cukub besar,  hutan dataran tinggi yang banyak ditumbuhi semak belukar termasuk bunga  edelweis sampai dengan zona tanpa tumbuhan menjelang puncak.

Pendakian gunung Ciremai cukup melelahkan karena rutenya yang cukup panjang, tetapi perjalanan yang melelahkan itu akan terbayar dengan keindahan alam yang memikat. Gunung ciremai juga masih memiliki keanekaragaman fauna, seperti elang jawa, anjing gunung (ajag), macan tutul, kijang, kera, lutung dan satwa endemik lainnya.
Untuk mencapai puncak gunung Ciremai bisa ditembuh melalui beberapa jalur pendakian yaitu melalui desa Linggarjati, Palutungan dan Apuy. Masih ada beberapa jalur lain tetapi jalur tersebut jarang digunakan dan cukup berbahaya terutama untuk pemula.

WISATA SANGKANHURIP

Sangkanhurip adalah sebuah lokasi wisata yang terdapat di Cilimus, Kuningan, dimana terdapat pemandian air panas alam bersumber dari gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di jawa barat.

Tempat ini menjadi terkenal karena banyak dibangun hotel dan resort mewah, sehingga wisatawan banyak yang berkunjung untuk menginap dan menikmati pemandangan kaki gunung Ciremai yang indah dan udaranya yang segar, serta untuk berendam di kolam air panas alam yang mengandung belerang.

 

Sangkanhurip
Sangkanhurip dapat ditempuh dari kota Cirebon menuju Kuingan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Terdapat sedikit kemacetan ketika kita melewati pasar Cilimus tapi tak seberapa. Lokasinya dekat dengan pasar Cilimus, tidak jauh setelah melewati pasar belok ke kiri. Perhatikan saja petunjuk hotel.

OBJEK WISATA CIBULAN

Kabupaten Kuningan, yang terletak di baratdaya Gunung Ciremai, Jawa Barat, memiliki banyak obyek wisata, baik wisata alam, sejarah maupun budaya. Salah satu di antara sekian banyak obyek wisata tersebut adalah kolam pemandian Cibulan. Kolam pemandian ini terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, sekitar 7 kilometer dari Kota Kuningan atau 28 kilometer dari Kota Cirebon. Obyek wisata Cibulan merupakan salah satu obyek wisata tertua di Kuningan. Obyek wisata ini diresmikan pada 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan saat itu, yaitu R.A.A. Mohamand Achmad.

Sebagai catatan, selain di Cibulan, terdapat tiga tempat rekreasi sejenis di Kuningan, yaitu: Kolam Linggarjati di kompleks Taman Linggarjati Indah, Kecamatan Cilimus; Kolam Cigugur, di Kecamatan Cigugur; dan Kolam Darma Loka di Kecamatan Darma.

Untuk menuju lokasi pemandian Cibulan, dari Cirebon dapat menggunakan angkutan umum jenis “elf” dengan tarif antara Rp3.000,00-Rp4.000.00 per orang. Namun, jika dari terminal Kuningan dapat menggunakan angkutan kota jurusan Cirendang-Cilimus, dengan taris antara Rp2000,00–Rp3.000,00 per orang.

Kondisi Kolam
Di dalam objek wisata ini terdapat dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang. Kolam pertama berukuran 35×15 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sedangkan, kolam kedua berukuran 45×15 meter persegi yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berkedalaman 60 sentimeter dan bagian kedua berkedalaman 120 sentimeter. Kedua kolam ini selalu dikuras sekali dalam dua minggu, atau bisa lebih. Hal itu bergantung kebersihan air. Setiap kolamnya dihuni oleh puluhan ikan yang berwarna abu-abu kehitaman dan disebut sebagai kancra bodas atau ikan dewa (cyprinus carpico). Ukurannya berbagai macam mulai dari yang panjangnya 20-an sentimeter hingga 1 meter. Ikan Dewa adalah sejenis ikan yang dikeramatkan oleh penduduk di sekitar wilayah Desa Manis Kidul karena dipercaya mempunyai keistimewaan tertentu.

Menurut cerita yang berkembang di kalangan Masyarakat Desa Manis Kidul dan masyarakat Kuningan pada umumnya, ikan dewa yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Singkat cerita, prajurit-prajurt pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Apabila kolam dikuras, ikan-ikan ini akan hilang entah kemana, namun saat kolam diisi air, mereka akan kembali lagi dengan jumlah seperti semula. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda itu sampai saat ini tidak ada yang berani mengambil ikan ini karena ada kepercayaan bahwa barang siapa yang berani mengganggu ikan-ikan tersebut akan mendapatkan kemalangan.

Meski semua kolam itu dihuni puluhan ikan kancra bodas atau ikan dewa, kolam-kolam di Cibulan dibuka sebagai kolam pemandian umum. Tempat rekreasi ini dilengkapi pula dengan fasilitas khas tempat pemandian, seperti tempat ganti pakaian, 6 buah kamar kecil dan 2 buah kamar mandi untuk tempat bilas seusai berenang.

Selain kolam dengan ikan dewanya yang jinak, di sudut barat pemandian ini juga terdapat tujuh sumber mata air yang dikeramatkan yang bernama Tujuh Sumur. Tujuh mata air ini berbentuk kolam-kolam kecil yang masing-masing mempunyai nama tersendiri, yaitu: Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, dan Sumur Keselamatan. Di antara ketujuh sumur itu, konon ada salah satu sumur yang berisikan Kepiting Emas, yaitu Sumur Cirancana. Apabila ada orang yang sedang mujur dan dapat melihat wujud dari Kepiting Emas itu, maka segala keinginannya akan terkabul.

Tujuh mata air itu terletak mengelilingi sebuah petilasan yang konon merupakan petilasan Prabu Siliwangi ketika ia beristirahat sekembalinya dari Perang Bubat. Petilasan itu berupa susunan batu seperti menhir dan dua patung harimau loreng (lambang kebesaran Raja Agung Pajajaran). Tujuh sumur dan petilasan Prabu Siliwangi ini sering dikunjungi orang untuk berziarah, terutama pada malam Jumat Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah. Mereka percaya bahwa air di tempat itu akan membawa berkah dan dapat mengabulkan permohonan mereka.

OBJEK WISATA TAMAN PURBAKALA CIPARI

Taman Purbakala Cipari berlokasi di lingkungan pemukiman warga Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat. “Sebelumnya lokasi berada ditengah-tengah perkebunan, dan untuk pertamakali ditemukan oleh Wijaya pada tahun 1971 pemilik kebun,” ujar Suma mengawali cerita Taman Purbakala Cipari. Luas Taman Purbakala Prasejarah Cipari 6.364 meter persegi. Area ini sebelumnya berupa kebun tanah milik Wijaya serta milik beberapa warga lainnya. Pada tahun 1971, Wijaya menemukan batuan andesit pipih lebar yang setelah diteliti ternyata peti kubur.

Bersamaan dengan temuan tersebut, pada tahun 1972 diadakan penggalian percobaan dengan tujuan penyelamatan artefak dan ditemukan, kapak batu, gelang batu, dan gerabah yang merupakan benda bekal kubur. Tiga tahun kemudian diadakan penggalian total dan setahun dibangun Situs Museum Taman Purbakala Cipari, pada 23 Februari 1978 museum diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, waktu itu, Prof. DR. Syarif Thayeb.

OBJEK WISATA LINGGARJATI


Taman Wisata Alam Linggarjati adalah salah satu objek wisata alam yang terletak di Kabupaten Kuningan. Linggarjati juga merupakan salah satu tempat titik awal pendakian ke puncak Gunung Ciremai.

Danau lingga jati
Salah satu daya tarik tempat ini ialah keanekaragaman flora dan fauna yang terdapat didalamnya. Flora yang terdapat di kawasan ini di antaranya : Bungur (Lagerstroemia sp), Pasang (Quercus sp), Kiara (Ficus sp), Lemo (Alstonia scholaris), Jamuju (Podocarpus imbricatus) dan Kiacret (Spathodea campulata). Jenis pohon-pohon tersebut tumbuh dengan baik dan kini telah banyak yang berdiameter lebih dari 50 cm dengan tinggi bebas cabang ± 10 meter serta memiliki tajuk yang lebar, sehingga membuat suasana menjadi sejuk bagi wisatawan. Jenis fauna yang ada di taman Wisata Alam Linggarjati adalah jenis burung seperti Burung Pipit (Lonchura leucogastoides) dan Kepodang (Oriolus chinensis), jenis satwa lainnya.

Di samping panorama alam yang indah Taman Wisata Alam Linggarjati memiliki hawa yang sejuk dan segar. Tidak jauh dari lokasi ini juga terdapat bangunan yang bernilai sejarah, yaitu gedung tempat berlangsungnya Perjanjian Linggarjati antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda yang mempunyai daya tarik tersendiri. Baca sejaranh gedung yang digunakan sebagai tempat konferensi Linggarjati di sini.

Taman Wisata Alam Linggarjati dari Bandung berjarak ± 160 Km, atau sekitar 28 Km dari kota Kuningan.

 

OBJEK WISATA CURUG SIDOMBA


Berlokasi di desa Peusing kecamatan Jalaksana yang dapat ditempuh sekitar 30 menit dari kota Kuningan Jawa Barat. Kata  ‘Curug’ diambil dari bahasa Sunda yang berarti air terjun, dan ‘Sidomba’ dari nama binatang domba atau kambing karena di daerah ini banyak terdapat domba. Air terjun curug Sidomba memiliki ketinggian 3 meter. Curug ini merupakan salah satu curug buatan di sungai yang jalurnya tepat mengalir di daerah ini, airnya cukup jernih, dingin dan segar bersumber dari mata air gunung Ciremai, sungai Curug Sidomba dibendung dan terdapat berbagai macam ikan, seperti ikan mas, dan ikan ‘Kancra Bodas’.

Fasilitas yang ada di Curug Sidomba ialah restaurant, ‘saung’ dan arena bermain anak, di area ini juga tersedia camping ground. Di lokasi ini juga terdapat Mesjid megah dengan satu menara tingga dengan jumlah 99 anak tangga. dari atas menara, anda dapat melihat keindahan alam kaki Gunung Ciremai.
OBJEK WISATA TIRTA AGUNG MAS

TIRTA Agung Mas adalah sebuah tempat wisata petualangan keluarga yang berada di pedalaman wilayah Kuningan yang berjarak sekitar 45 km dari pintu tol Ciperna, Cirebon. Didukung dengan pemandangan alam yang indah dan udara segar khas kota pegunungan membuat kawasan ini menjadi kawasan wisata yang nyaman.

Berbagai fasilitas menarik ditawarkan oleh Tirta Agung Mas diantaranya : Kolam renang atlet berkelas nasional dan kolam rekreasi yang dilengkapi dengan wahana Waterboom, Ember Tumpah dan lain-lain.

Selain kolam renang, TAM pun menghadirkan sebuah Fitness Center dan Aerobik dengan fasilitas yang lengkap dan didukung dengan instruktur yang professional.

Saat ini, kawasan TIRTA AGUNG MAS pun telah menghadirkan sebuah tempat wisata outbound terlengkap di Kabupaten Kuningan. Berbagai permainan menarik ditawarkan kepada anda yang menginginkan suasana hiburan yang ceria, menantang dan juga menyenangkan serta aman.

Fasilitas Utama

Kolam Renang,Water Boom, Ember Tumpah, Outbound, Sepeda Air, ATV, Motocross,

Pemancingan, Mini Zoo, Informasi Meeting, Room & Karaoke, Sport Station, Egrang Terbang, Elvis Bridge, Canopy Bridge, Flying Fox, Wall Climbing, Spider Net, V-Bridge, Tangkap Ikan, Rakit Bambu, Fun Games, Gebug Bantal.

ATV

TIRTA AGUNG MAS, menyediakan pula wahana ATV yang merupakan wahana permainan pertama dan satu-satunya di Kuningan. Dengan jaminan sistem pengamanan bertaraf nasional, wahana ini dapat dinikmati oleh orang dewasa, remaja bahkan anak-anak sekalipun.

Wahana ini didukung pula oleh lintasan ekstrim dengan panjang lintasan 400 meter merupakan wahana terfavorit.

FUN GAMES

Sebuah permainan yang dapat memicu adrenalin anda yaitu permainan FLYINGFOX dengan tinggi 13 meter dari atas permukaan tanah dan panjang lintasan 180 meter serta diatas danau yang merupakan flyingfox terpanjang di Kuningan.

1. Tiket Masuk
a. Dewasa : Rp 10.000,-
b. Anak -anak : Rp 8.000,-
2. Flying Fox : Rp 10.000,-
3. Motor ATV : Rp 25.000,-
4. Paket terusan Outbound : Rp 85.000,- / orang

TIRTA AGUNG MAS

Wisata Petualang Keluarga

Jl. Raya Luragung No. 5 Kuningan-Jawa Barat 45581 Telp. (0232) 879988. Email : tirtaagungmas@yahoo.com Facebookmas@yahoo.com

Contact Person :
Helin : 0817.6627.221
Daniel : 0852.9589.5626

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 5, 2011 in Wisata Kota Kuningan